Showing posts with label Artikle. Show all posts
Showing posts with label Artikle. Show all posts

Wednesday, January 23, 2013

PRINSIP "LEAVE-NO-TRACE"

  -->


-->


Anda Pecinta Alam? Tahu dong apa yang dimaksud dengan Prinsip "LEAVE-NO-TRACE"?

Salam lestari!

Kali ini kita akan membahas suatu hal lain yang tak jauh dari tulisan saya sebelumnya (vandalisme). Permasalahan yang timbul di alam memang sangatlah rumit untuk diselesaikan, terutama dalam menjaga dan merawatnya. Banyak sekali usaha yang telah dilakukan untuk mengejar target tersebut. Seperti yang kita ketahui, satu langkah yang cukup bagus yaitu dengan mengadopsi sebuah ide yang dituangkan dalam tulisan "LEAVE-NO-TRACE".

So, apa itu Leave No Trace?

Leave No Trace bermakna meninggalkan tanpa jejak. Yang jika diperlebar maknanya: meninggalkan suatu lokasi tanpa meninggalkan kecacatan terhadap lokasi tersebut yang bisa merusak segala sesuatunya yang ada di lokasi.

Dalam mengaplikasikan Leave No Trace, kita harus mengenal 7 Prinsip yang harus di ikuti, yaitu :
  1. Plan ahead and prepare
  2. Travel and Camp on Durable Surface
  3. Dispose of waste property
  4. Leave what You find
  5. Respect wildlife
  6. Minimize Campfire impacts
  7. Be considerate of other visitor
Mari kita bahas satu persatu 7 hal diatas yang mungkin agak membingungkan jika ditulis dalam bahasa inggris.
  -->
Yang pertama yaitu "Plan ahead and prepare". Hal ini lebih mengacu pada persiapan para pecinta alam atau visitor yang ingin mengunjugi suatu lokasi atau bahkan pendakian. Persiapan yang matang mulai dari mencari informasi detail dari lokasi yang ingin dikunjungi, perbekalan yang mantap untuk keperluan kebutuhan ketika di lokasi, persiapan diri untuk menghadapi bahaya yang mengancam, kondisi fisik yang kuat, dll. Hal ini tentunya sangat krusial jika anda tidak memperhatikannya baik-baik.

Yang kedua yaitu "Travel and camp on durable surface".  Kalo yang ini bertepatan dengan bagaimana cara visitors or travelers berjalan menuju lokasi dan mencari tempat untuk mendirikan tenda. Beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Travel on durable surface berarti berjalan di jalan setapak yang sudah ditentukan/ dibuat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat. 
  • Dirikanlah tenda yang sudah di sediakan! jangan mencari tempat yang bukan menjadi area perkemahan. kebanyakan hal ini bisa berakibat pengrusakan habitat. 
  • Tempat pendirian tenda yang baik adalah tempat yang ditemukan, bukan dibuat. Istilah ini lebih cenderung ke point pertama, yaitu menemukan tempat yang benar-benar sesuai dengan anda dan tidak merusak alam. Pembuatan area perkemahan oleh para visitor yang tseenaknya sendiri tentunya bisa merugikan alam.
  • Kembalikan semua seperti semula. tentunya semua tahu apa yang dimaksud dengan mengembalikan semua seperti semula. 
Yang ketiga yaitu  "Dispose of waste property", yang artinya perhatikan limbah anda.  Hal inilah yang jika tidak diperhatikan, bisa membuat alam kita semakin kotor. Jadi yang perlu dilakukan adalah
  • Kurangi menghasilkan sampah anorganik
  • Bungkus saat masuk, Bungkus saat keluar! Bawa kembali sampah yang anda hasilkan dari baring bawaan anda! 100% anda masuk, 100 % anda keluar. ^_^
  • Bijak pada kotoran alami anda. Tahu sendiri lah y! 
Kemudian "Leave what you find!".  Tinggalkan apa yang anda temukan yang menjadi bagian dari alam, contohnya yaitu hewan-hewan yang kita katakan imut seperti tupai, ular, burung, dll. dan tumbuh-tumbuhan langka. Tetapi jangan tinggalkan barang yang menurut anda merusak alam seperti botol minuman yang merintih di tengah-tengah jalan anda, plastik, dll. Hali yang lain yaitu Tidak melakukan vandalisme. Tahu sendiri kan apa itu?

Kelima yaitu "Respect wildlife", atau kita sebut Hargailah kehidupan liar. Di beberapa lokasi yang terdapat banyak satwa liar, mungkin anda akan menemukan himbauan-himbauan yang berhubungan dengan satwa liar, antara lain:
  • Amati dari jarak jauh kehidupan satwa liar! karena jika terlalu dekat, bisa membahayakan anda. Coba saja anda amati harimau liar dari jarak dekat, apa yang akan terjadi? ^_^
  • Jangan memberikan makanan kepada satwa liar!
  • Hindari satwa liar pada saat sensitif mereka naik. Mereka juga punya perasaan lo!
  • Amankan makanan anda supaya tidak di rampas oleh satwa-satwa liar. kebanyakan yang bisa melakukan ini adalah kawanan monyet. 
Yang selanjutnya yaitu : "Minimize campfire impacts!". Kita semua tidak mau kan melihat alam tercinta ini terbakar hanya gara-gara api yang anda buat sembarangan. Jadi waspadailah dalam membuat campfire (api unggun). Gunakan kompor portable bila anda memasak di lokasi camp serta buatlah campfire di tempat yang memang sudah disediakan (prinsip 2). Jangan lupa untuk mematikan api dengan baik dan tidak merusak + mengotori alam.

Yang terakhir yaitu "Be considerate of other visitor!". Para pengunjung atau kebanyakan terjadi pada para pendaki, diharapkan bisa berbaik hati dengan pengunjung yang lainnya. Bertegur sapa, sopan, dan jangan lupa untuk tersenyum kepada pengunjung lain! Beri jalan bagi yang menanjak atau mereka yang terburu-buru karena suatu hal. Saling menghargai adalah prinsip yang wajib diterapkan oleh semua orang sehingga tidak ada yang namanya perselisihan. Betul tidak?
  -->



Akhirnya, prinsip "Leave No Trace" ini pada dasarnya mengajarkan kita untuk tidak merusak alam. Lebih dari itu, kita diharuskan menjaganya, memliharanya dan merawatnya. Point yang paling penting yang perlu ditekankan dalam penerapan prinsip ini adalah:

"BAWALAH KEMBALI SAMPAH YANG ANDA BAWA!"

atau,

"BUNGKUS SAAT MASUK, BUNGKUS SAAT KELUAR!"

serta,

"SAMPAHMU, TANGGUNGJAWABMU!"

Terima kasih telah mengikuti blog saya. Salam Lestari!


Sampah memperburuk pemandangan yang indah ini



page source : http://agungsmail.wordpress.com/2010/01/18/7-prinsip-leave-no-trace-2/ 
-->


  -->

Friday, January 18, 2013

Apa arti Vandalisme bagi Para Pendaki?

Vandalisme; Apakah merupakan Kebutuhan yang sangat Vital Bagi Para Pendaki dan Pecinta Alam?

Bagi kaum pendaki dan pecinta alam mungkin tidak asing lagi dengan kata "vandalisme". Ya, kata ini memiliki arti mengabadikan sebuah kenangan dengan bentuk simbol atau dengan menempelkan gambar, foto, nama dan keterangan apapun ke dalam sebuah tempat yang dikatakan cukup awet untuk menyimpan kenangan tersebut, seperti Batu, kayu, batu marmer, dll. Tetapi ini bukan batu nisan lo! Yang kemudian disebut dengan "VANDEL"

Kenang-kenangan ini yang mungkin akan menjadi sebuah cerita suatu saat nanti ketika kita dengan bangga pernah melakukan suatu tindakan, dan Vandel adalah saksi bisu atas tindakan itu. Kita dapat menemukan banyak orang beramai-ramai membuat vandel ketika mereka selesai mengadakn kegiatan, seperti : (yang saya tahu) dimasa kuliah ada KKN, maka mahasiswa akan membuat vandel sebagai kenang-kenangan, dll. Tetapi, apa hubungannya vandel dengan pendaki dan pecinta alam??
1. -->

Dalam hal ini, karena ini merupakan masalah yang cukup serius yang patut diperhatikan, saya mencoba mengulas beberapa aksi dari orang-orang yang salah kaprah mengartikan vandalisme atau membuat kenang-kenagan di alam. Ketika kita berada disuatu tempat wisata, kita akan melihat coretan-coretan tangan yang bertuliskan nama-nama mereka ataupun kalimat-kalimat yang lainnya. Coretan ini biasanya di buat diatas batu, di kayu pohon, di situs-situs tempat wisata, di papan peringatan dan di manapun itu yang memiliki area cukup untuk memuat tulisan tersebut. Mungkin mereka berharap, suatu saat tulisan mereka akan dibaca oleh penggemarnya. Mungkinkah?? Hmm, coba anda pikir sendiri.Para pelukis (maksud saya yang merasa membuat vandel alam) ini menggunakan cat, pilox, spidol, bolpoin dan alat lainnya yang mungkin cukup terlihat bagi semua orang.

Ketika saya mendaki gunung di daerah saya dengan beberapa teman saya, dengan tidak sengaja saya mendengar beberapa orang pendaki membanggakan instansinya (kelompok organisasinya) karena mereka melihat tulisan-tulisan yang ada di puncak berwarna putih, ukuran besar, dan dengan nama-nama yang lengkap. Entah dengan alasan apa orang-orang yang mengaku mencintai alam ini, dengan bangganya menunjukkan sebuah coret-coretan yang bertuliskan nama teman-temannya.

Jika kita melihat hal semacam ini, secara logika mencoret-coret tempat wisata/Alam bukanlah hal yang sangat membanggakan. Hal ini bahkan patut dikecam karena satu alasan dasar :

"Pecinta Alam tidak akan merusak alam, melainkan menjaga dan melindunginya dengan sepenuh hati sehingga banyak orang bisa menikmati keindahannya bahkan anak cucu mereka."

Jadi, Vandalisme bukan merupakan hal yang besar yang bisa dibanggakan, tetapi Vandalisme adalah biangkerok kehancuran, kekotoran, ketidaknyamanan, ketidakberadaban (seperti manusia purba yang suka melukis di dinding-dinding Goa), dan kekejaman terhadap Alam. Sudah sepatutnya bagi kita, para "PECINTA ALAM" untuk tidak melakukan hal seperti ini. Mari kita jaga alam kita dengan tidak mencoret-coretnya.


Salam Bumiku, Salam Alamku, Salam Indonesiaku!!!!


.
-->


. -->