Bagi kaum pendaki dan pecinta alam mungkin tidak asing lagi dengan kata "vandalisme". Ya, kata ini memiliki arti mengabadikan sebuah kenangan dengan bentuk simbol atau dengan menempelkan gambar, foto, nama dan keterangan apapun ke dalam sebuah tempat yang dikatakan cukup awet untuk menyimpan kenangan tersebut, seperti Batu, kayu, batu marmer, dll. Tetapi ini bukan batu nisan lo! Yang kemudian disebut dengan "VANDEL"
Kenang-kenangan ini yang mungkin akan menjadi sebuah cerita suatu saat nanti ketika kita dengan bangga pernah melakukan suatu tindakan, dan Vandel adalah saksi bisu atas tindakan itu. Kita dapat menemukan banyak orang beramai-ramai membuat vandel ketika mereka selesai mengadakn kegiatan, seperti : (yang saya tahu) dimasa kuliah ada KKN, maka mahasiswa akan membuat vandel sebagai kenang-kenangan, dll. Tetapi, apa hubungannya vandel dengan pendaki dan pecinta alam??
1. -->
Dalam hal ini, karena ini merupakan masalah yang cukup serius yang patut diperhatikan, saya mencoba mengulas beberapa aksi dari orang-orang yang salah kaprah mengartikan vandalisme atau membuat kenang-kenagan di alam. Ketika kita berada disuatu tempat wisata, kita akan melihat coretan-coretan tangan yang bertuliskan nama-nama mereka ataupun kalimat-kalimat yang lainnya. Coretan ini biasanya di buat diatas batu, di kayu pohon, di situs-situs tempat wisata, di papan peringatan dan di manapun itu yang memiliki area cukup untuk memuat tulisan tersebut. Mungkin mereka berharap, suatu saat tulisan mereka akan dibaca oleh penggemarnya. Mungkinkah?? Hmm, coba anda pikir sendiri.Para pelukis (maksud saya yang merasa membuat vandel alam) ini menggunakan cat, pilox, spidol, bolpoin dan alat lainnya yang mungkin cukup terlihat bagi semua orang.
Ketika saya mendaki gunung di daerah saya dengan beberapa teman saya, dengan tidak sengaja saya mendengar beberapa orang pendaki membanggakan instansinya (kelompok organisasinya) karena mereka melihat tulisan-tulisan yang ada di puncak berwarna putih, ukuran besar, dan dengan nama-nama yang lengkap. Entah dengan alasan apa orang-orang yang mengaku mencintai alam ini, dengan bangganya menunjukkan sebuah coret-coretan yang bertuliskan nama teman-temannya.
Jika kita melihat hal semacam ini, secara logika mencoret-coret tempat wisata/Alam bukanlah hal yang sangat membanggakan. Hal ini bahkan patut dikecam karena satu alasan dasar :
"Pecinta Alam tidak akan merusak alam, melainkan menjaga dan melindunginya dengan sepenuh hati sehingga banyak orang bisa menikmati keindahannya bahkan anak cucu mereka."
Jadi, Vandalisme bukan merupakan hal yang besar yang bisa dibanggakan, tetapi Vandalisme adalah biangkerok kehancuran, kekotoran, ketidaknyamanan, ketidakberadaban (seperti manusia purba yang suka melukis di dinding-dinding Goa), dan kekejaman terhadap Alam. Sudah sepatutnya bagi kita, para "PECINTA ALAM" untuk tidak melakukan hal seperti ini. Mari kita jaga alam kita dengan tidak mencoret-coretnya.
Salam Bumiku, Salam Alamku, Salam Indonesiaku!!!!
.
. -->
No comments:
Post a Comment